Tempe Renyah Serenyak Penolakkan Cintamu
Fiksi Mini
Pan matanya terbelalak sambil berdiri di depan pintu. Ia teringat pada rencananya untuk bertemu gadis idamannya. Pertemuan dengan wanita itu seolah sudah ada dihadapannya, bagaikan ia melihat goreng tempe yang renyah di piring yang tersaji di meja.
Pan mengulurkun tangannya akan mengambil tempe. T idak terduga Unik melayangkan tangannya cesepat kilat menghempas tangan Pan.
Pan menoleh ke belakang dengan geramnya "Kau berani sekali menghalangi rencanaku" ucap Pan dengan posisi berdiri tegap.
Unik tersenyum dengan manis " Aku menantikanmu dari tadi, kusiapkan goreng tempe yang renyah ini untukmu, asal". Unik diam sambil menatap pada Pan.
Pan semakin tidak mengerti, ia menarik napas dalam- dalam. "Maksudmu", kata Pan sedikit ketakutan.
Unik ceria berbunga- bunga " Silahkan dicicipi tapi aku mau hadir di hatumu". Pan terdiam bingung tak berujung.
Unik menatap dengan hati yang cemas pertanyaannya belum terjawab dengan pasti. Pan mengalihkan perhatian unik pada dinding yang ditempeli cecak.
Unik lari ke luar langsung menyetop taxi. Unik percaya dengan pirasat jika ada cecak pasti cita-citanya gagal. Pikirannya melayang cintanya pasti ditolak mentah oleh Pan. Pasti penolakkan Pan atas diriinya serenyah goreng tempe yang disajikan untuk Pan.
Melihat Unik yang cepat pergi ia bingung bercampur gembira. Bingungnya mengapa Unik pergi begitu saja. Bahaginya ia belum sempat menjawab pertanyaan Unik. Sebenarnya ia tidak mencintai unik tapi mendambakan Mona adik tingkatnya. Pan dekat dengan Unik karena Pan menganggap adik.

Komentar
Posting Komentar